Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim meninjau sejumlah infrastruktur pendukung pertanian di Kecamatan Bayang dan Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Jumat (23/10/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi sarana dan prasarana pertanian sekaligus menyerap kebutuhan masyarakat dalam mendukung produktivitas pertanian dan perkebunan.
Dalam kegiatan itu, Risnaldi didampingi Kepala Dinas Pertanian Pesisir Selatan Hamdi, Camat Bayang Yuhendro Nasti, Camat Bayang Utara Afridal, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pesisir Selatan Fahresi Eka Siska, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Di Kecamatan Bayang, rombongan meninjau saluran irigasi tersier kelompok tani Bakuang Jaya, Tunas Kunago, dan Marapalam di Nagari Tanjung Durian. Peninjauan juga dilakukan terhadap jembatan rusak dan jalan usaha tani di Nagari Asam Kamba.
Selanjutnya, rombongan menuju Kecamatan IV Nagari Bayang Utara untuk melihat kondisi Jalan Produksi Bukik Data di Kampung Taratak Baru serta Jalan Usaha Tani Baruah Koto Taratak Baru di Nagari Puluik Puluik.
Risnaldi mengatakan, peningkatan sarana dan prasarana untuk menunjang usaha tani, khususnya tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, telah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
Hal itu mengingat sebagian besar masyarakat Pesisir Selatan menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan.
“Peningkatan sarana dan prasarana untuk menunjang usaha tani, khususnya tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, sudah menjadi prioritas pemerintah daerah karena sebagian besar penduduk kita bekerja di sektor pertanian dan perkebunan,” kata Risnaldi.
Menurutnya, ketersediaan infrastruktur yang memadai, terutama saluran irigasi dan jalan usaha tani, berperan penting dalam mendukung aktivitas petani, mulai dari pengelolaan lahan hingga pengangkutan hasil panen.
“Dengan semakin baiknya saluran irigasi dan jalan usaha tani, hasil produksi akan meningkat, distribusi semakin lancar, dan biaya produksi dapat ditekan. Dengan demikian, pendapatan petani semakin meningkat dan kehidupan mereka semakin sejahtera,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi irigasi, jalan usaha tani, dan jembatan yang membutuhkan perbaikan perlu diidentifikasi secara langsung agar penanganannya dapat direncanakan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Usulan pembangunan tersebut selanjutnya dapat dipertimbangkan sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian dalam peninjauan itu adalah peningkatan akses jalan produksi di Kampung Taratak Baru, Nagari Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara.
Kepala Dinas Pertanian Pesisir Selatan, Hamdi, menjelaskan kawasan tersebut memiliki potensi perkebunan sekitar 200 hektare yang telah ditanami pinang dan pokat. Namun, potensi itu belum didukung akses jalan produksi yang memadai sehingga petani masih kesulitan mengangkut hasil kebun.
Selama ini, petani harus membawa hasil panen dengan berjalan kaki. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian hasil kebun tidak dapat diangkut ke kampung untuk dijual karena keterbatasan akses.
Atas kondisi itu, tokoh masyarakat dan para pekebun setempat berharap pembangunan jalan produksi dapat direalisasikan pada 2027 agar aktivitas perkebunan lebih mudah dan hasil panen dapat dipasarkan dengan lebih lancar.
Peningkatan akses jalan tersebut dinilai penting untuk membuka keterjangkauan menuju lahan perkebunan sekaligus mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat. Dengan infrastruktur yang lebih baik, petani diharapkan dapat mengangkut hasil kebun secara lebih efisien dan mengurangi kendala dalam proses distribusi.
Hamdi mengatakan, ketersediaan infrastruktur pendukung menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kegiatan pertanian dan perkebunan masyarakat.
“Dukungan irigasi yang memadai dan akses jalan produksi yang baik sangat dibutuhkan agar petani lebih mudah mengelola lahan serta membawa hasil panen,” kata Hamdi.
Ia berharap, hasil peninjauan tersebut dapat menjadi bahan koordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan infrastruktur yang menunjang sektor pertanian.
Peninjauan di Kecamatan Bayang dan Kecamatan IV Nagari Bayang Utara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghimpun kebutuhan masyarakat secara langsung. Berbagai usulan yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan, terutama untuk infrastruktur yang berkaitan erat dengan aktivitas pertanian dan perkebunan.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.