Headline News

header-int

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Distanhortbun Pessel Akan Optimalisasi 77.033 Hektare Lahan Terlantar

Minggu, 22 September 2019, 12:23:55 WIB - 308 | Kontributor : Yoni Syafrizal
Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Distanhortbun Pessel Akan Optimalisasi 77.033 Hektare Lahan Terlantar

Pesisir Selatan--Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergerak disektor pertanian, pemerintah daerah kabupaten (Pemdakab) Pesisir Selatan (Pessel), melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhortbun), akan terus melakukan optimalisasi lahan terlantar.   

Upaya itu bisa dilakukan, sebab di Pessel masih terdapat seluas 77.033 hektare lahan yang bisa dikatakan belum optimal penggarapannya. Karena tidak optimal, sehingga lahan seluas itu masih digolongkan pada lahan tidur.
 
Kepala Distanhorbun Pessel, Nusirwan mengatakan Minggu (22/9) bahwa lahan seluas itu, tersebar di 15 kecamatan yang ada dengan luas berbeda.

"Pada lahan seluas itu, potensi tanaman yang bisa dikembangkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, terinventarisasi sebanyak 9 jenis. Sembilan jenis itu diantaranya, kelapa sawit, karet, kakao, kelapa, pala, gambir, nilam, kopi dan cengkeh," katanya.  

Diungkapkannya bahwa dari sembilan jenis tanaman itu, untuk pengembangan tanaman kelapa sawit bisa dioptimalkan sekitar 30.423 hektar.

Potensi luas paling besar berada di kecamatan Lunang dan Silaut, yakni mencapai 8.357 hektar.

Disusul kecamatan Basa Ampek balai Tapan dan Ranah Ampek Hulu seluas 6.544 hektar, Pancungsoal dan Airpura 4.810 hektar, sedangkan kecamatan Lengayang seluas 3.218 hektar pula.

"Sisanya ada pada 8 kecamatan lainya, yakni Kecamatan Sutera, Batangkapas, IV Jurai, Bayang, Bayang Utara dan Kecamatan Koto XI Tarusan," jelasnya.  

Selain kelapa sawit, dijelaskanya bahwa potensi optimalisasi lahan tidur itu juga dapat dikembangkan untuk jenis tanaman karet.

Potensi luas tanamnya mencapai 13.293 hektare, dengan rata-rata mencapai 1.000 hektare per kecamatan.

"Sedangkan tanaman kakao potensinya seluas 10.100 hektare, disusul tanaman pala seluas 7.437 hektar. Tanaman gambir pengoptimalisasinya juga mencapai 10.576 hektare, kopi seluas 2.504 hektar, cengkeh 1.397 hektar, tanaman nilam seluas 434 hektare pula," terangnya.

Dia menambahkan bahwa dari 15 kecamatan yang ada di Pessel, Kecamatan Bayang merupakan kecamatan yang sedikit lahan tidurnya yang bisa dioptimalisasi. Sebab hanya seluas 1.062 hektar.

"Di kecamatan ini, potensi optamalisasi lahan hanya pada jenis karet, kakao, kelapa, pala, gambir, kopi dan cengkeh," terangnya.  

Sedangkan kecamatan yang memiliki lahan tidur terluas yang bisa dioptimalisasi adalah kecamatan Basa Ampek Balai Tapan.

"Di kecamatan ini, luasnya lahan yang bisa dioptimalisasi mencapai 10.347 hektar. Jenis tanaman yang dapat dikembangkan diantaranya, kelapa sawit seluas 6.544 hektar, karet 2.460 hektar, kakao 500 hektar, kelapa 155 hektar, gambir 332 hektar, nilam 35 hektar, kopi 300 hektar dan cengkeh 21 hektare pula. Pada masing-masing lokasi itu, secara bertahap akan dilakukan pembukaan dan peningkatan sarana jalan, termasuk juga jaringan irigasi. Tentunya sesuai dengan potensi yang dimiliki," jelasnya mengakhiri. (05)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube