Amanah baru kini berada di pundak Dongki Agung Pribumi, S.STP. Setelah sebelumnya dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Selatan, alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tersebut kini resmi mengemban jabatan sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Pesisir Selatan.
Dongki dilantik bersama sejumlah pejabat lainnya oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (4/8/2026). Pelantikan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Bagi Agung, jabatan tersebut bukan semata-mata sebuah posisi struktural, melainkan amanah untuk menjalankan tugas yang bersentuhan langsung dengan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, penegakan Peraturan Daerah serta penanganan kebakaran dan kondisi kedaruratan.
Latar belakang pendidikan pemerintahan yang ditempuhnya di IPDN menjadi salah satu bekal dalam menjalankan tugas tersebut. Pendidikan kedinasan di bidang pemerintahan tidak hanya membentuk kemampuan administratif, tetapi juga menanamkan disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab serta pemahaman terhadap tugas pelayanan pemerintahan. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi Dongki dalam menjalankan tugas di tengah kompleksitas persoalan masyarakat.
Sebelum ditetapkan sebagai pejabat definitif, Dongki telah menjalankan tugas sebagai Plt. Kasat Pol PP dan Damkar Pesisir Selatan. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan baginya untuk memahami lebih jauh dinamika organisasi, karakter personel, sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi Satpol PP dan Damkar dalam menjalankan tugas sehari-hari. Mulai dari menjaga ketertiban umum hingga memastikan kesiapsiagaan menghadapi kejadian kebakaran dan kondisi darurat.
Ketika menjalankan tugas sebagai Plt., Agung tidak hanya dituntut memastikan roda organisasi tetap berjalan, tetapi juga harus mampu menjaga koordinasi dengan berbagai perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan nagari, serta unsur terkait lainnya. Pola kerja tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman sebelum akhirnya dipercaya menduduki jabatan definitif.
Dongki Agung Pribumi mengatakan jabatan yang kini dipercayakan kepadanya merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, Satpol PP dan Damkar memiliki karakter tugas yang cukup luas karena berhubungan langsung dengan masyarakat dan membutuhkan respons cepat dalam berbagai situasi.
“Jabatan ini merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Satpol PP dan Damkar memiliki tugas yang sangat dekat dengan masyarakat, sehingga dibutuhkan kedisiplinan, kesiapsiagaan dan kemampuan untuk bekerja sama dengan semua pihak,” ujar Agung.
Menurutnya, tugas Satpol PP tidak hanya berkaitan dengan penegakan Peraturan Daerah atau menjaga ketertiban umum. Di sisi lain, pendekatan humanis kepada masyarakat juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Penegakan aturan, kata dia, harus dilakukan dengan tetap mengedepankan komunikasi dan edukasi agar masyarakat memahami tujuan dari setiap kebijakan pemerintah daerah.
“Penegakan aturan tentu harus dilakukan sesuai ketentuan. Tetapi kita juga harus mengedepankan pendekatan yang humanis. Masyarakat perlu diberikan pemahaman, sehingga ketertiban yang kita bangun bukan hanya karena adanya penindakan, tetapi tumbuh dari kesadaran bersama,” katanya.
Sementara dalam bidang pemadam kebakaran, Agung menilai kesiapsiagaan menjadi salah satu hal yang harus terus diperkuat. Kejadian kebakaran dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons cepat. Karena itu, kemampuan personel, kesiapan sarana dan prasarana, serta koordinasi dengan berbagai unsur menjadi bagian yang harus terus mendapat perhatian.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas personel. Menurutnya, tantangan tugas Satpol PP dan Damkar terus berkembang sehingga kemampuan aparatur harus ikut disesuaikan. Personel tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu berkomunikasi dengan masyarakat dan bekerja dalam situasi yang membutuhkan keputusan cepat.
“Kita akan terus mendorong peningkatan kapasitas personel. Baik dari sisi kedisiplinan, kemampuan teknis maupun pelayanan kepada masyarakat. Karena tugas kita membutuhkan kesiapan setiap saat,” ujar Agung.
Dalam menjalankan amanah barunya, koordinasi menjadi salah satu hal yang akan diperkuat. Satpol PP dan Damkar tidak dapat bekerja sendiri. Penanganan ketertiban umum, perlindungan masyarakat maupun kebakaran membutuhkan dukungan dan kerja sama dengan perangkat daerah, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, relawan serta masyarakat.
Bagi Agung, keberhasilan Satpol PP dan Damkar tidak hanya diukur dari seberapa banyak penertiban dilakukan atau seberapa cepat petugas menangani kebakaran. Lebih jauh, keberhasilan juga dapat dilihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban, mencegah potensi kebakaran dan menciptakan lingkungan yang aman.
Karena itu, pendekatan pencegahan menurutnya harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas. Edukasi kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran, pentingnya menjaga lingkungan, kepatuhan terhadap aturan daerah dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Harapan kita tentu masyarakat semakin sadar bahwa menjaga ketertiban dan keamanan bukan hanya tugas pemerintah. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Kalau pemerintah dan masyarakat bisa bergerak bersama, berbagai persoalan akan lebih mudah kita hadapi,” katanya.
Sebagai alumni IPDN, Agung juga membawa semangat pengabdian yang menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya. Dunia pemerintahan menuntut aparatur untuk mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus tetap berpegang pada prinsip pelayanan kepada masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menjalankan amanah sebagai pimpinan organisasi perangkat daerah yang memiliki tugas strategis.
Kini, setelah resmi menjabat sebagai Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Pesisir Selatan, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan amanah tersebut ke dalam kerja nyata. Memperkuat internal organisasi, meningkatkan kapasitas personel, membangun koordinasi lintas sektor dan menghadirkan pelayanan yang cepat serta humanis menjadi bagian dari pekerjaan yang menanti.
Agung menyadari bahwa jabatan tersebut bukanlah pekerjaan individual. Keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kekompakan seluruh personel. Karena itu, ia berharap seluruh jajaran Satpol PP dan Damkar dapat bekerja dengan semangat yang sama, menjaga integritas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Pesisir Selatan.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bekerja sebagai satu tim. Saya tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan kekompakan seluruh personel sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas ke depan,” tuturnya.
Dengan pengalaman sebagai Plt. dan bekal pendidikan pemerintahan dari IPDN, Dongki Agung Pribumi kini memasuki fase baru dalam perjalanan pengabdiannya. Di tengah tuntutan menjaga ketertiban sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat, amanah tersebut menjadi ruang baginya untuk membuktikan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang tanggung jawab, keteladanan dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pesisir Selatan diharapkan semakin responsif, profesional dan humanis. Sebuah tantangan yang tidak ringan, namun menjadi bagian dari pengabdian yang harus dijalankan dengan kerja nyata demi menciptakan Pesisir Selatan yang semakin tertib, aman dan nyaman bagi masyarakat.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.