PESISIR SELATAN - Sebagai upaya untuk memperkuat peran Kampung KB dalam meningkatkan kualitas keluarga dan mencegah stunting, Camat Airpura, Legiandru, turut menghadiri kegiatan pembinaan Kelompok Kerja Kampung KB yang diselenggarakan Balai Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Airpura di UDKP setempat.
Camat Airpura, Legiandru, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut Kamis (30/7) pekan lalu, serta menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program Kampung KB.
Ia menilai pembinaan Pokja menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, penyuluh KB, pemerintah nagari, dan masyarakat.
"Melalui pembinaan ini, kita ingin memastikan seluruh pihak bergerak bersama dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera," ujarnya saat dihubungi Senin (3/8)
Ia menjelaskan, Kampung KB tidak hanya berfokus pada pengendalian penduduk, tetapi juga menjadi wadah integrasi berbagai program pembangunan keluarga, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia memberi perhatian khusus terhadap pentingnya pendampingan calon pengantin sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Menurutnya, setiap calon pengantin perlu mendapatkan edukasi dan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah awal membangun keluarga berkualitas.
"Pendampingan sejak dini sangat penting untuk mempersiapkan keluarga yang sehat serta meminimalkan risiko kesehatan ibu dan anak di masa mendatang," katanya.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh peserta mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan stunting secara serius dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi berkaitan dengan perkembangan otak, kesehatan, dan masa depan generasi bangsa.
"Upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara terpadu melalui kerja sama pemerintah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, pemerintah nagari, kader, dan seluruh masyarakat," tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan peran aktif dalam edukasi masyarakat, khususnya terkait pola asuh, gizi, dan kesehatan keluarga.
Ke depan, ia berharap Pokja Kampung KB di setiap nagari dapat semakin aktif dan inovatif dalam menjalankan program, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, saat dihubungi Senin (3/8), menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pembinaan tersebut sebagai langkah konkret memperkuat program pembangunan keluarga di tingkat kecamatan.
Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta percepatan penurunan stunting.
"Kami mengapresiasi kegiatan ini karena memperkuat peran Kampung KB sebagai ujung tombak pembangunan keluarga dan kesehatan masyarakat," ujarnya.
Ia mengimbau seluruh nagari dan kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan untuk terus meningkatkan komitmen dalam menjalankan program kesehatan, termasuk pelayanan kepada calon pengantin, ibu hamil, dan balita.
Menurutnya, keterlibatan semua pihak menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Ke depan, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, nagari, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan guna mewujudkan pembangunan kesehatan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Pesisir Selatan.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.